
Penulis buku ini pernah mengalami pahit getirnya hidup. Kisah motornya dilarang parkir di depan restoran di Malaysia menunjukkan, dia pernah sampai pada level terendah dalam status sosial. Memang, sejak zaman dahulu, hewan tunggangan tidak hanya dijadikan sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai status ekonomi dalam strata sosial. Mungkin itu sebabnya pada masa kini angka kredit mobil meningkat menjelang mudik lebaran karena keberhasilan diukur dari kendaraan.
Penulis buku ini kemudian dihadapkan pada episode baru kehidupan. Dengan mata kepala sendiri, saya melihat itu datang mendekat kepadanya. Dia seperti magnet yang menarik butiran-butiran biji besi dari setumpuk pasir. Jam tangan Rp150.000.000 melekat di pergelangan tangannya. Rubicon dan Alphard singgah di ujung jarinya. Uniknya, benda-benda itu tidak melekat di hatinya.
Dari mana saya tahu? Dari pilihan kata saat dia bicara sampai pilihan rumah kontrakan tipe 36 yang ditempatinya. Dia termasuk spesies makhluk unik yang mungkin diproduksi seabad sekali dan limited edition. Saya merasa beruntung di pertemukan Allah dengannya.
Buku mustahil miskin yang dia tulis ini bukan copy paste dari bacaan satu perpustakaan, tapi dari takdir hidupnya. Seperti cap jempol manusia yang tak serupa, dia mencoba memilih beberapa kata lalu merangkainya untuk berkisah tentang yang dia rasakan, tentang harta, dan tentu saja hal itu menarik karena merupakan sebuah fakta, bukan sekadar cerita.
Setelah membaca buku ini paling tidak kita punya pandangan baru tentang harta, kaya, dan miskin. Cara pandang itu akan mempengaruhi sikap, cara bicara, berkeputusan, dan motivasi hidup.
Prof. Dr. KH. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D.
Buku ini berisi beberapa poin inti yang dikumpulkan dan dirumuskan menjadi sebuah SOP kehidupan. SOP itu disusun berdasarkan pengalaman pribadi, pembelajaran dari beberapa orang yang pernah mengalami episode bergelombang dalam hidup. Mungkin pengalaman tersebut rasanya tidak mengenakan saat itu. Namun ternyata, hikmahnya baru dapat dirasakan beberapa waktu setelahnya, bisa jadi seminggu, sebulan, bahkan bertahun-tahun setelahnya.
Buku ini adalah pilihan-pilihan trending topic dari ceramah-ceramah penulis yang memperkenalkan konsep atau makna hidup yang baru. Penulis menyebutnya sebagai konsep MUSTAHIL MISKIN. Konsep atau jargon ini menegaskan bahwa manusia sebagai makhluk terbaik ciptaan Allah tidak akan mungkin mengalami kemiskinan selama dekat dengan Allah. Harapan penulis, dengan membaca buku ini para pembaca semua menyadari:
- bahwasanya manusia tidak mungkin miskin, susah, gelisah, galau jika benar-benar mengenal dan berusaha mendekat kepada Allah
- hendaknya muncul kesadaran bahwa bukan Allah yang meninggalkan manusia, melainkan manusia yang meninggalkan Allah.
- tetap berharap hadirnya solusi namun penting bagi manusia untuk mengawalinya dengan pertobatan. Allah sangat mencintai hambanya yang menyucikan diri dan bertaubat.
Buku ini menghadirkan 3 topik atau issue: PENYAKIT, UTANG, dan KELUARGA.
Semua yang dituliskan dalam buku ini berlandaskan perintah dan contoh Rasulullah saw. melalui Al Quran dan Sunnah. Dengan demikian, para pembaca dapat meraih keberhasilan dalam hidup ini, sukses dunia sukses akhirat dalam hidupnya.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, penulis menyarankan:
- untuk membaca buku ini dengan saksama, memahami makna setiap kata.
- untuk menjadikan isinya sebagai bahan perenungan, muhasabah diri.
- untuk mempraktikkan semua isinya dengan kemampuan terbaik agar tercapai perubahan dalam hidup menuju arah yang lebih baik.